PT Pos Indonesia memiliki jaringan yang handal, terdapat 4.000 outlet yang tersebar di Indonesia. Empat ribu outlet termasuk 190 KPRK. PT Pos Indonesia menyediakan sembilan layanan bisnis; salah satunya adalah layanan bisnis keuangan. Produk bisnis keuangan di antaranya adalah Wesel pos, Giro pos, Sistem Online Payment Point (SOPP), Kantor Pos Tabungan dan Transfer Uang. Bisnis keuangan memberikan kontribusi pendapatan bagi PT Pos Indonesia sekitar 14-17%. Untuk peningkatan mutu, sistem manajemen bisnis keuangan harus memiliki strategi peningkatan profitabilitas. Dalam kenyataannya, perhitungan profitabilitas menjadi hambatan bagi divisi operasi bisnis keuangan. Kasus ini disebabkan oleh kebijakan biaya dan sebagian besar biaya adalah biaya gabungan untuk semua layanan pos. Hambatan lainnya adalah banyaknya produk bisnis keuangan dan banyaknya outlet di Indonesia, meskipun manajer operasional sebagai pengguna hanya memiliki waktu yang terbatas. Oleh karena itu, sistem perlu dikembangkan, sehingga memiliki kemampuan untuk memberikan informasi profitabilitas sebagai penunjang keputusan untuk peningkatan profitabilitas bisnis keuangan.
Sistem penunjang keputusan profitabilitas bisnis keuangan memiliki tiga komponen, yaitu sub sistem basis data, sub sistem basis model, sub sistem basis dialog. Komponen-komponen tersebut berinteraksi satu sama lainnya untuk memberikan output. Outputnya adalah selisih laba operasional sebagai salah satu dari rasio profitabilitas. Biaya adalah nilai yang harus dibayar sebagai konsekuensi dari penggunaan sumber daya. Tidak semua biaya dalam laporan akuntansi keuangan memiliki keterkaitan dengan bisnis keuangan, jadi manajemen harus menentukan biaya yang relevan. Dalam sebuah outlet, biaya dikonsumsi oleh semua layanan pos sehingga perlu dilakukan pendistribusian biaya gabungan menjadi biaya bisnis keuangan. Biaya didistribusikan dengan pendekatan berdasarkan pengendali biaya pada setiap item biaya. Jika biaya terdistribusi pada bisnis keuangan telah diperoleh, maka pengguna dapat melakukan perhitungan profitabilitas.
Ada tiga model yang diterapkan dalam sistem penunjang keputusan profitabilitas, yaitu model pengelompokan biaya, model alokasi biaya dan model perhitungan keuntungan. Model-model tersebut dikelola oleh sub sistem basis model. Setiap data pemrosesan dan informasi disimpan dan dikelola oleh sub sistem basis data. Jika sub sistem basis model dan sub sistem basis data telah dirancang maka dilakukan perancangan terhadap sub sistem basis dialog sebagai comunicator antara pengguna dengan sistem. Kriteria yang digunakan untuk alokasi adalah biaya tenaga kerja, peralatan, gedung & kantor, transaksi, kompensasi.
Skema dari komponen DSS menggunakan metode prototyping. Prototipe dapat memenuhi kebutuhan pengguna setelah dua kali perancangan. Output yang disediakan oleh sistem adalah alokasi biaya untuk bisnis keuangan, wesel pos, giro pos, SOPP dan profit margin untuk setiap tahun. Selain itu, pengguna dapat melakukan perhitungan Break Even Point, Pareto analisis, analisis kecenderungan. Setelah model keputusan telah ada maka divisi operational dapat melakukan perhitungan profitabilitas. Perhitungan profitabilitas di KPRK Bandung 40.000 memberikan informasi bahwa laba margin bisnis keuangan adalah 4,11%, profit margin wesel pos adalah 29,11%, PM dari giro pos adalah -53,63%, PM dari SOPP adalah 35,95% pada tahun 2003. Sementara profit margin pada tahun 2004 adalah 7,76% untuk bisnis keuangan, 36,86% untuk wesel pos, -50,4% untuk giro pos dan 45,37% untuk SOPP.
Output yang disediakan oleh sistem menjadi referensi untuk analisis performance oleh pengguna, sehingga keputusan upaya peningkatan profitabilitas selaras dengan kondisi real di bisnis keuangan pada outlet. Prototipe membantu pengguna untuk menghitung profit lebih cepa dan terhindar dari kesalahan perhitungan. Sumber: www.ittelkom.ac.id
Senin, 28 Maret 2011
KUMPULAN MATERI KULIAH: KIAT KIAT MENJADI WIRAUSAHA
KUMPULAN MATERI KULIAH: KIAT KIAT MENJADI WIRAUSAHA: "Bahan Kuliah : Minggu ke II I. Kiat-Kiat Menjadi Wirausaha Pengertian wirausaha terdiri dari dua suku kata : wira dan u..."
ETIKA DALAM BERWIRAUSAHA
ETIKA BISNIS & KEWIRAUSAHAAN
A. Pengertian Etika:
Menurut pengertiannya, etika dapat dibedakan menjadi 2:
• Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai
atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.
• Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya
tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. (dalam hal ini adalah
menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang)
Etika Bisnis:
Pengertiannya dapat dibedakan menjadi:
• Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara
keseluruhan.
• Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi
• Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis.
Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan
bisnis. (etika dalam berbisnis).
Menurut Zimmerer, etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-
nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan
persoalan-persoalan yang dihadapi.
B. Pentingnya Etika Bisnis
Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam membuat
keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan. Hal ini disebabkan
semua keputusan perusahaan sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholder.
Stakeholder adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh
pada keputusan-keputusan perusahaan.
Siapa saja stakeholder perusahaan:
1. Para pengusaha dan mitra usaha
Para pengusaha, selain berfungsi sebagai pesaing, mereka juga berperan sebagai mitra.
Dalam hal ini para pengusaha merupakan relasi usaha yang dapat bekerja sama dalam
menyediakan informasi atau sumber peluang. Loyalitas mitra usaha akan sangat tergantung
pada kepuasan yang diterima dari perusahaan
2. Petani dan perusahaan pemasok bahan baku
Petani dan perusahaan berperan sebagai penyedia bahan baku. Pasokan bahan baku
yang kurang bermutu dan pasokan yang lambat dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Oleh sebab itu, keputusan untuk menentukan kualitas barang dan jasa sangat tergantung
pada pemasok bahan baku. Loyalitas petani penghasil bahan baku sangat tergantung
pada tingkat kepuasan yang diterima dari perusahaan dalam menentukan keputusan
harga jual bahan baku maupun dalam bentuk insentif.
3. Organisasi pekerja yang mewakili pekerja
Organisasi pekerja dapat mempengaruhi keputusan melalui proses tawar-menawar secara
kolektif. Perusahaan yang tidak melibatkan karyawan/organisasi pekerja dalam
mengambil keputusan sering menimbulkan protes-protes yang menggangu jalannya
perusahaan.
4. Pemerintah yang mengatur kelancaran aktivitas usaha
Pemerintah dapat mengatur kelancaran aktivitas usaha melalui serangkaian kebijakaan
yang dibuatnya, karena kebijakan yang dibuat pemerintah akan sangat berpengaruh terhadap
iklim usaha.
5. Bank penyandang dana perusahaan
Bank selain sebagai jantungnya perekonomian dalam skala makro, juga sebagai lembaga
yang dapat menyediakan dana perusahaan.
6. Investor penanam modal
Investor penyandang dana dapat mempengaruhi perusahaan melalui serangkaian persyaratan
yang diajukannya. Persyaratan tersebut akan mengikat dan sangat besar pengaruhnya
dalam mengambilan keputusan. Loyalitas investor sangat tergantung pada
tingkat kepuasan investor atas hasil penanaman modalnya.
7. Masyarakat umum yang dilayani
Masyarakat akan selalu menanggapi dan memberikan informasi tentang bisnis yang kita
jalankan. Dalam hal ini masyarakat juga merupakan konsumen yang akan menentukan
keputusan-keputusan perusahaan dalam menentukan produk barang dan jasa yang dihasilkan
dan juga teknik yang digunakan.
8. Pelanggan yang membeli produk
Barang dan jasa yang akan dihasilkan, teknologi yang digunakan akan sangat dipengaruhi
oleh pelanggan dan mempengaruhi keputusan-keputusan bisnis.
Dengan demikian etika bisnis merupakan landasan penting dan harus diperhatikan, terutama
dalam menciptakan dan melindungi reputasi perusahaan. Oleh sebab itu, etika bisnis
merupakan masalah yang sangat sensitif dan kompleks, karena membangun etika untuk
mempertahankan reputasi lebih sukar daripada menghancurkannya.
C. Prisnisp-prinsip etika dan perilaku bisnis
1. Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus terang, tidak
curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong
2. Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan dengan hormat, tulus hati, berani
dan penug pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat dan saling
percaya.
3. Memelihara janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, jangan
mengintepretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistik dengan dalih ketidakrelaan.
4. Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan dan Negara,
jangan menggunakan atau memperlihatkan informasi yang diperoleh dalam kerahasiaan,
behitu juga dalam konteks professional, jaga/melindungi kemampuan untuk membuat
keputusan professional yang bebas dan teliti, hndari hal yang tidak pantas dan konflik
kepentingan
5. Kewajaran/keadilan, yaituberlaku adil dan berbudi luhur, bersedia untuk mengakui kesalahan,
dan perlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran
terhadap perbedaan, jangan bertindak melampaui batas atau mengambil keuntungan
yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
6. Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolongmenolong,
kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang
lain.
7. Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat manusia, menghormati kebebasan
dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, jangan
merendahkan orang lain, jangan mempermalukan orang lain.
8. Warga Negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu menaati hukum/aturan, penuh kesadaran
sosial, menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
9. Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan
personal maupun pertanggungjawaban professional, tekun, dapat dipercaya/
diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik,
mengembangkan dan mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
10. Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki tanggung jawab, menerima tanggung jawab
atas keputusan dan konsekuensinya, dan selalu memberi contoh.
Cara mempertahankan standar etika
1. Menciptakan kepercayaan perusahaan
Hal ini akan menetapkan nilai-nilai perusahaan yang mendasari tanggung jawab etika
bagi stakeholder
2. Mengembangkan kode etik
Kode etik merupakan suatu catatan tentang standar tingkah laku dan prinsip-prinsip etika
yang diharapkan perusahaan dari karyawan
3. Menjalankan kode etik secara adil dan konsisten
4. Melindungi hak perorangan
5. Mengadakan pelatihan etika
6. Melakukan audit etika secara periodic
7. Mempertahankan standar yang tinggi tentang tingkah laku, jangan hanya aturan
8. Menghindari contoh etika yang tercela setiap saat dan diawali dari atasan
9. Menciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah
Komunikasi dua arah sangat penting untuk menginformasikan barang dan jasa yang dihasilkan
dan untuk menerima aspirasi untuk perbaikan perusahaan
10. Melibatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika
Para karyawan diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik tentang bagaimana
standar etika yang harus dipertahankan
D. Tanggung jawab perusahaan
Etika akan sangat berpengaruh pada tingkah laku individual, dalam hal ini tanggung jawab
sosial mencoba untuk menjembatani komitmen individu dan kelompok dalam suatu lingkungan
sosial.
Tanggung jawab perusahaan, meliputi:
1. Tanggung jawab terhadap lingkungan
Perusahaan harus ramah lingkungan, artinya perusahaan harus memperhatikan, melestarikan
dan menjaga lingkungan.
2. Tanggung jawab terhadap karyawan
Semua aktivitas sumber daya manusia diarahkan pada tanggung jawab kepada karyawan,
dengan cara:
• Mendengarkan dan menghormati pendapat karyawan
• Memberikan umpan balik, baik yang positif maupun negatif
• Menceritakan kepada karyawan tentang kepercayaan
• Membiarkan karyawan mengetahui keadaan perusahaan yang sebenarnya
• Memberikan imbalan kepada karyawan dengan baik
• Memberikan kepercayaan kepada karyawan
3. Tanggung jawab terhadap pelanggan
Tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan, meliputi dua kategori, yaitu:
• Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas
• Memberikan harga produk yang wajar dan adil
Selain itu, perusahaan juga harus melindungi hak-hak pelanggan, yaitu:
• Hak untuk mendapatkan produk yang aman
• Hak untuk mendapatkan informasi tentang segala aspek
• Hak untuk didengar
• Hak untuk memilih apa yang akan dibeli
4. Tanggung jawab terhadap investor
Tanggung jawab berupa menyediakan pengembalian investasi yang menarik dengan
memaksimumkan laba dan melaporkan kinerja keuangan seakurat dan setepat mungkin.
5. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Tanggung jawab berupa menyediakan dan menciptakan kesehatan dan menyediakan
berbagai kontribusi terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan.
A. Pengertian Etika:
Menurut pengertiannya, etika dapat dibedakan menjadi 2:
• Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai
atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.
• Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya
tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. (dalam hal ini adalah
menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang)
Etika Bisnis:
Pengertiannya dapat dibedakan menjadi:
• Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara
keseluruhan.
• Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi
• Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis.
Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan
bisnis. (etika dalam berbisnis).
Menurut Zimmerer, etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-
nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan
persoalan-persoalan yang dihadapi.
B. Pentingnya Etika Bisnis
Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam membuat
keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan. Hal ini disebabkan
semua keputusan perusahaan sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholder.
Stakeholder adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh
pada keputusan-keputusan perusahaan.
Siapa saja stakeholder perusahaan:
1. Para pengusaha dan mitra usaha
Para pengusaha, selain berfungsi sebagai pesaing, mereka juga berperan sebagai mitra.
Dalam hal ini para pengusaha merupakan relasi usaha yang dapat bekerja sama dalam
menyediakan informasi atau sumber peluang. Loyalitas mitra usaha akan sangat tergantung
pada kepuasan yang diterima dari perusahaan
2. Petani dan perusahaan pemasok bahan baku
Petani dan perusahaan berperan sebagai penyedia bahan baku. Pasokan bahan baku
yang kurang bermutu dan pasokan yang lambat dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Oleh sebab itu, keputusan untuk menentukan kualitas barang dan jasa sangat tergantung
pada pemasok bahan baku. Loyalitas petani penghasil bahan baku sangat tergantung
pada tingkat kepuasan yang diterima dari perusahaan dalam menentukan keputusan
harga jual bahan baku maupun dalam bentuk insentif.
3. Organisasi pekerja yang mewakili pekerja
Organisasi pekerja dapat mempengaruhi keputusan melalui proses tawar-menawar secara
kolektif. Perusahaan yang tidak melibatkan karyawan/organisasi pekerja dalam
mengambil keputusan sering menimbulkan protes-protes yang menggangu jalannya
perusahaan.
4. Pemerintah yang mengatur kelancaran aktivitas usaha
Pemerintah dapat mengatur kelancaran aktivitas usaha melalui serangkaian kebijakaan
yang dibuatnya, karena kebijakan yang dibuat pemerintah akan sangat berpengaruh terhadap
iklim usaha.
5. Bank penyandang dana perusahaan
Bank selain sebagai jantungnya perekonomian dalam skala makro, juga sebagai lembaga
yang dapat menyediakan dana perusahaan.
6. Investor penanam modal
Investor penyandang dana dapat mempengaruhi perusahaan melalui serangkaian persyaratan
yang diajukannya. Persyaratan tersebut akan mengikat dan sangat besar pengaruhnya
dalam mengambilan keputusan. Loyalitas investor sangat tergantung pada
tingkat kepuasan investor atas hasil penanaman modalnya.
7. Masyarakat umum yang dilayani
Masyarakat akan selalu menanggapi dan memberikan informasi tentang bisnis yang kita
jalankan. Dalam hal ini masyarakat juga merupakan konsumen yang akan menentukan
keputusan-keputusan perusahaan dalam menentukan produk barang dan jasa yang dihasilkan
dan juga teknik yang digunakan.
8. Pelanggan yang membeli produk
Barang dan jasa yang akan dihasilkan, teknologi yang digunakan akan sangat dipengaruhi
oleh pelanggan dan mempengaruhi keputusan-keputusan bisnis.
Dengan demikian etika bisnis merupakan landasan penting dan harus diperhatikan, terutama
dalam menciptakan dan melindungi reputasi perusahaan. Oleh sebab itu, etika bisnis
merupakan masalah yang sangat sensitif dan kompleks, karena membangun etika untuk
mempertahankan reputasi lebih sukar daripada menghancurkannya.
C. Prisnisp-prinsip etika dan perilaku bisnis
1. Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus terang, tidak
curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong
2. Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan dengan hormat, tulus hati, berani
dan penug pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat dan saling
percaya.
3. Memelihara janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, jangan
mengintepretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistik dengan dalih ketidakrelaan.
4. Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan dan Negara,
jangan menggunakan atau memperlihatkan informasi yang diperoleh dalam kerahasiaan,
behitu juga dalam konteks professional, jaga/melindungi kemampuan untuk membuat
keputusan professional yang bebas dan teliti, hndari hal yang tidak pantas dan konflik
kepentingan
5. Kewajaran/keadilan, yaituberlaku adil dan berbudi luhur, bersedia untuk mengakui kesalahan,
dan perlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran
terhadap perbedaan, jangan bertindak melampaui batas atau mengambil keuntungan
yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
6. Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolongmenolong,
kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang
lain.
7. Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat manusia, menghormati kebebasan
dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, jangan
merendahkan orang lain, jangan mempermalukan orang lain.
8. Warga Negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu menaati hukum/aturan, penuh kesadaran
sosial, menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
9. Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan
personal maupun pertanggungjawaban professional, tekun, dapat dipercaya/
diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik,
mengembangkan dan mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
10. Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki tanggung jawab, menerima tanggung jawab
atas keputusan dan konsekuensinya, dan selalu memberi contoh.
Cara mempertahankan standar etika
1. Menciptakan kepercayaan perusahaan
Hal ini akan menetapkan nilai-nilai perusahaan yang mendasari tanggung jawab etika
bagi stakeholder
2. Mengembangkan kode etik
Kode etik merupakan suatu catatan tentang standar tingkah laku dan prinsip-prinsip etika
yang diharapkan perusahaan dari karyawan
3. Menjalankan kode etik secara adil dan konsisten
4. Melindungi hak perorangan
5. Mengadakan pelatihan etika
6. Melakukan audit etika secara periodic
7. Mempertahankan standar yang tinggi tentang tingkah laku, jangan hanya aturan
8. Menghindari contoh etika yang tercela setiap saat dan diawali dari atasan
9. Menciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah
Komunikasi dua arah sangat penting untuk menginformasikan barang dan jasa yang dihasilkan
dan untuk menerima aspirasi untuk perbaikan perusahaan
10. Melibatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika
Para karyawan diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik tentang bagaimana
standar etika yang harus dipertahankan
D. Tanggung jawab perusahaan
Etika akan sangat berpengaruh pada tingkah laku individual, dalam hal ini tanggung jawab
sosial mencoba untuk menjembatani komitmen individu dan kelompok dalam suatu lingkungan
sosial.
Tanggung jawab perusahaan, meliputi:
1. Tanggung jawab terhadap lingkungan
Perusahaan harus ramah lingkungan, artinya perusahaan harus memperhatikan, melestarikan
dan menjaga lingkungan.
2. Tanggung jawab terhadap karyawan
Semua aktivitas sumber daya manusia diarahkan pada tanggung jawab kepada karyawan,
dengan cara:
• Mendengarkan dan menghormati pendapat karyawan
• Memberikan umpan balik, baik yang positif maupun negatif
• Menceritakan kepada karyawan tentang kepercayaan
• Membiarkan karyawan mengetahui keadaan perusahaan yang sebenarnya
• Memberikan imbalan kepada karyawan dengan baik
• Memberikan kepercayaan kepada karyawan
3. Tanggung jawab terhadap pelanggan
Tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan, meliputi dua kategori, yaitu:
• Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas
• Memberikan harga produk yang wajar dan adil
Selain itu, perusahaan juga harus melindungi hak-hak pelanggan, yaitu:
• Hak untuk mendapatkan produk yang aman
• Hak untuk mendapatkan informasi tentang segala aspek
• Hak untuk didengar
• Hak untuk memilih apa yang akan dibeli
4. Tanggung jawab terhadap investor
Tanggung jawab berupa menyediakan pengembalian investasi yang menarik dengan
memaksimumkan laba dan melaporkan kinerja keuangan seakurat dan setepat mungkin.
5. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Tanggung jawab berupa menyediakan dan menciptakan kesehatan dan menyediakan
berbagai kontribusi terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan.
Langganan:
Postingan (Atom)