Kamis, 28 April 2011

JANGAN MARAH.......!!!!!!!


JANGAN MARAH!!!!!!
“orang yang kuat bukanlah orang yang kuat bergulat, akan tetapi orang yang kuat itu adalah mereka yang dapat menahan hawa nafsunya ketika marah” (H.R. Bukhari-Muslim)

Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang dapat membangkitkan kemarahan mulai dari perkara sepele hingga persoalan besar. Ketersinggungan, misalnya, hal sepele yang kadsang tidak perhitungkan sebelumnya. Dua teman yang sudah menjalin persahabatan bertahun-tahun, tiba-tiba rusak hanya karena ucapan yang menyinggung perasaan. Itupun pada hari-hari biasa, dalam keadaan normal ucapan tersebut biasa disampaikan sebagai bumbu pergaulan.
Dalam keadaan sensitif, orang mudah tersingung, lalu marah-marah , ada yang marah secara pasif, dengan cara menarik diri dari pergaulan. Ada yang dilakukan secara aktif , yaitu merespon secara langsung dengan menunjukan secara terus terang kemarahannya , baik melalui kata-kata atau perbuatan.
Orang yang sedang marah biasanya lepas kendali. Mereka bisa berbuat nekat tanpa perhitungan. Orang yang sedang marah biasanya menggampangkan hal-hal yang sulit dan mengecilkan masalah yang besar. Contohnya, seorang suami yang dengan suka dan duka, dalam keadaan marah bisa saja membanting perabotan rumah tangga yang dibeli dengan mengumpulkan uang rupiah selama satu tahun, hilang hanya dalam waktu sekejap saja. Ya banyak alasan untuk marah. Ketersinggungan , merasa tidak dihormati, dkhianati, ditipu, difitnah, termasuk tak terpuaskan, dan masih banyak lagi. Bukanlah, itu semua telah menjadi menu makanan buat kita dalam pergaulanhidup sehari-hari? Jika dituruti, lalu berapa kali dalam sehari kita harus marah-marahan?
Obyek kemarahan itu sangat banyak dan luas. Bisa jadi yang menjadi obyek kemarahan itu orang yang paling kita cintai, misalnya suami, istri, atau anak. Bisa juga orang-orang dekat seperti guru atau murid atau anak buah. Bisa juga Negara atau pejabatnya. Bisa juga Tuhan bahkan kita bisa marah pada diri sendiri. Ketika kita bersaing, misalnya tak jarang kita menyalahkan orang keadaan, tak jarang pula menyalahkan orang lain, lalu berkata andai kata….. andai kata…. Seandanya… begini dan begitu.
Banyak penyesalan yang kita dapatkan setelah kita lampiaskan kemarahan. Ketika kita marah, kita tidak bisa berfikir jernih sehingga kita dilarang mengambil keputusan ketika dalam keadaan marah. Rasullah SAW member nasihat kepada seorang laki-laki,” Jangan marah!” beliau mengulang-ngulang beberapa kali.   

Kamis, 21 April 2011

Puisi Amri


CIUMAN PERTAMA


Ku berdiri dalam hening kehampaan malam
suatu pandangan kudus di pilumu diam bergalau
Ketika cayaMu panas suci
aku tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Kelam dan angin lalu mempesiang diriku
Dalam dingin malam memecahkan kalbu.
Merendahkan hati yang dungu
Dibawah telapak kaki dalam tahajudku

Kusentuh kelembutannya dengan ciuman pertama  dalam berabad-abad
Gagal meraihnya dalam beribu-ribu rakaat sholat
Tiada kecerdasan otak yang bisa menjangkaunya
Tak juga doa dalam kemunafikan air mata dan kata-kata

BY  Amrix

Kamis, 07 April 2011

Jumat, 01 April 2011

Bersihkan PC dari Spyware

Windows Vista sudah dilengkapi dengan antispyware, namanya Windows Defender. Aplikasi ini secara otomatis akan melakukan scan cepat terhadap isi komputer setiap pagi hari. Tujuannya adalah memastikan Anda dapat bekerja dengan aman pada hari itu.
Apabila mendeteksi adanya spyware, Windows Defender akan langsung menampilkan sebuah jendela pemberitahuan yang menyatakan adanya spyware di sistem Anda. Selanjutnya, Anda bisa membersihkan spywaretersebut dengan satu kali klik [Remove].
Namun, cara tersebut tidak melulu dapat membersihkan spyware secara tuntas sebab pemeriksaan yang dilakukan Windows Defender adalah pemeriksaan cepat yang tidak diikuti pemeriksaan seluruh isi hard disk. Oleh karena itu, bila Windows Defender pernah menampilkan peringatan adanya spyware, lakukan pemeriksaan penuh terhadap sistem Anda.
Caranya:
1. Klik tombol Start, ketik Windows Defender pada kotak pencarian dan tekan [Enter].
2. Setelah Windows Defender terbuka, klik panah bawah yang terdapat di sebelah tombol Scan dan pilih Full scan.
3. Tunggulah beberapa saat sampai proses scan selesai.
4. Setelah selesai, hasilnya akan ditampilkan. Jika PC Anda terjangkit spyware, daftarnya akan ditampilkan
    oleh Windows Defender. Klik Review Items untuk mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana solusinya.
5. Pada layar Scan Results, semua software berbahaya yang terdeteksi Windows Defender akan
    ditampilkan. Klik tombol [Remove All], untuk membersihkan semua “sampah” spyware.

-PCplus-

Install Ulang Office tanpa Aktivasi

Sebelumnya, PCplus pernah membahas cara untuk mengakali Windows Product Activation untuk Windows. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah diberikan, Anda tidak perlu lagi melakukan aktivasi Windows meskipun Anda meng-install ulang Windows.
Nah, setelah meng-install ulang Windows, tentunya Anda perlu melakukan install ulang aplikasi-aplikasi lain yang dibutuhkan. Proses install ulang tidak akan menyusahkan apabila aplikasi yang Anda install ulang adalah aplikasi-aplikasi standar. Yang akan menjadi masalah adalah ketika Anda meng-install ulang aplikasi lain yang mengharuskan aktivasi seperti yang harus dilakukan ketika meng-install Windows. Salah satu aplikasi yang akan meminta aktivasi saat Anda melakukan install ulang adalah Microsoft Office.
Seperti pada Windows, Anda juga bisa mengakali Office agar aktivasi ulang tidak perlu dilakukan. Secara garis besarnya langkah-langkah yang diperlukan juga sama, yaitu dengan melakukan back-up data aktivasi dan me-restore-nya seusai proses install ulang Windows dan Office. Perbedaannya terletak pada lokasi dan file yang harus di back-up.
Untuk lebih jelasnya, ikuti langkah-langkah berikut sebelum Anda meng-install ulang Windows:
1. Jalankan Windows Explorer melalui menu [Start] > [All Programs] > [Accessories] > [Windows   
    Explorer].
2. Buat sebuah folder baru untuk menyimpan file backup. Jika Anda ingin melakukan backup di 
    disket, masukkan disket Anda ke disk drive.
3. Masuklah ke folder C:-Documents and Settings-All Users-Application Data-Microsoft-Office-
    Data-.
4. Pada folder Data akan muncul dua file dengan nama data.dat dan data.bak. Salinlah kedua file 
    ini ke folder yang baru Anda buat atau ke disket yang telah disiapkan.
    Setelah tahapan-tahapan diatas dilakukan, Anda dapat meng-install ulang Windows dan   
    dilanjutkan dengan instalasi Office. Di akhir instalasi Office, Anda akan diminta untuk  
    melakukan restart Windows. Sampai di sini Anda masih belum boleh menjalankan aplikasi-  
    aplikasi Office karena Anda belum me-restore file aktivasi.
    Maka dari itu, ikuti permintaan restart dari program installer. Selanjutnya:
5. Jalankan Safe Mode Windows.
6. Masuklah ke folder tempat Anda mem-back-up kedua file diatas, kemudian salin kembali ke  
    folder C:-Documents and Settings-All Users-Application Data-Microsoft-Office-Data-.
7. Saat muncul konfirmasi untuk melakukan overwrite, jawab dengan [Yes].
8. Terakhir, restart PC dan aplikasi-aplikasi Office Anda tidak akan meminta aktivasi untuk yang 
    kedua kalinya.
Harap diingat, trik ini bukan untuk melakukan crack terhadap aktivasi Office, melainkan untuk mengakali Office agar Anda tidak perlu dilakukan aktivasi ulang. Jadi, Anda tidak dapat menggunakan trik ini apabila sebelumnya tidak pernah melakukan aktivasi.
-kompas-

Senin, 28 Maret 2011

Sistem Penunjang Keputusan Untuk Meningkatkan Profitabilitas Unit Bisnis Keuangan PT Pos Indonesia dengan Metode Prototyping

PT Pos Indonesia memiliki jaringan yang handal, terdapat 4.000 outlet yang tersebar di Indonesia. Empat ribu outlet termasuk 190 KPRK. PT Pos Indonesia menyediakan sembilan layanan bisnis; salah satunya adalah layanan bisnis keuangan. Produk bisnis keuangan di antaranya adalah Wesel pos, Giro pos, Sistem Online Payment Point (SOPP), Kantor Pos Tabungan dan Transfer Uang. Bisnis keuangan memberikan kontribusi pendapatan bagi PT Pos Indonesia sekitar 14-17%. Untuk peningkatan mutu, sistem manajemen bisnis keuangan harus memiliki strategi peningkatan profitabilitas. Dalam kenyataannya, perhitungan profitabilitas menjadi hambatan bagi divisi operasi bisnis keuangan. Kasus ini disebabkan oleh kebijakan biaya dan sebagian besar biaya adalah biaya gabungan untuk semua layanan pos. Hambatan lainnya adalah banyaknya produk bisnis keuangan dan banyaknya outlet di Indonesia, meskipun manajer operasional sebagai pengguna hanya memiliki waktu yang terbatas. Oleh karena itu, sistem perlu dikembangkan, sehingga memiliki kemampuan untuk memberikan informasi profitabilitas sebagai penunjang keputusan untuk peningkatan profitabilitas bisnis keuangan.
Sistem penunjang keputusan profitabilitas bisnis keuangan memiliki tiga komponen, yaitu sub sistem basis data, sub sistem basis model, sub sistem basis dialog. Komponen-komponen tersebut berinteraksi satu sama lainnya untuk memberikan output. Outputnya adalah selisih laba operasional sebagai salah satu dari rasio profitabilitas. Biaya adalah nilai yang harus dibayar sebagai konsekuensi dari penggunaan sumber daya. Tidak semua biaya dalam laporan akuntansi keuangan memiliki keterkaitan dengan bisnis keuangan, jadi manajemen harus menentukan biaya yang relevan. Dalam sebuah outlet, biaya dikonsumsi oleh semua layanan pos sehingga perlu dilakukan pendistribusian biaya gabungan menjadi biaya bisnis keuangan. Biaya didistribusikan dengan pendekatan berdasarkan pengendali biaya pada setiap item biaya. Jika biaya terdistribusi pada bisnis keuangan telah diperoleh, maka pengguna dapat melakukan perhitungan profitabilitas.
Ada tiga model yang diterapkan dalam sistem penunjang keputusan profitabilitas, yaitu model pengelompokan biaya, model alokasi biaya dan model perhitungan keuntungan. Model-model tersebut dikelola oleh sub sistem basis model. Setiap data pemrosesan dan informasi disimpan dan dikelola oleh sub sistem basis data. Jika sub sistem basis model dan sub sistem basis data telah dirancang maka dilakukan perancangan terhadap sub sistem basis dialog sebagai comunicator antara pengguna dengan sistem. Kriteria yang digunakan untuk alokasi adalah biaya tenaga kerja, peralatan, gedung & kantor, transaksi, kompensasi.
Skema dari komponen DSS menggunakan metode prototyping. Prototipe dapat memenuhi kebutuhan pengguna setelah dua kali perancangan. Output yang disediakan oleh sistem adalah alokasi biaya untuk bisnis keuangan, wesel pos, giro pos, SOPP dan profit margin untuk setiap tahun. Selain itu, pengguna dapat melakukan perhitungan Break Even Point, Pareto analisis, analisis kecenderungan. Setelah model keputusan telah ada maka divisi operational dapat melakukan perhitungan profitabilitas. Perhitungan profitabilitas di KPRK Bandung 40.000 memberikan informasi bahwa laba margin bisnis keuangan adalah 4,11%, profit margin wesel pos adalah 29,11%, PM dari giro pos adalah -53,63%, PM dari SOPP adalah 35,95% pada tahun 2003. Sementara profit margin pada tahun 2004 adalah 7,76% untuk bisnis keuangan, 36,86% untuk wesel pos, -50,4% untuk giro pos dan 45,37% untuk SOPP.
Output yang disediakan oleh sistem menjadi referensi untuk analisis performance oleh pengguna, sehingga keputusan upaya peningkatan profitabilitas selaras dengan kondisi real di bisnis keuangan pada outlet. Prototipe membantu pengguna untuk menghitung profit lebih cepa dan terhindar dari kesalahan perhitungan. Sumber: www.ittelkom.ac.id

KUMPULAN MATERI KULIAH: KIAT KIAT MENJADI WIRAUSAHA

KUMPULAN MATERI KULIAH: KIAT KIAT MENJADI WIRAUSAHA: "Bahan Kuliah : Minggu ke II I. Kiat-Kiat Menjadi Wirausaha Pengertian wirausaha terdiri dari dua suku kata : wira dan u..."

ETIKA DALAM BERWIRAUSAHA

ETIKA BISNIS & KEWIRAUSAHAAN

A. Pengertian Etika:
Menurut pengertiannya, etika dapat dibedakan menjadi 2:
• Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai
atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.
• Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya
tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. (dalam hal ini adalah
menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang)
Etika Bisnis:
Pengertiannya dapat dibedakan menjadi:
• Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara
keseluruhan.
• Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi
• Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis.
Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi dan
bisnis. (etika dalam berbisnis).
Menurut Zimmerer, etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-
nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan
persoalan-persoalan yang dihadapi.
B. Pentingnya Etika Bisnis
Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam membuat
keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan. Hal ini disebabkan
semua keputusan perusahaan sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholder.
Stakeholder adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh
pada keputusan-keputusan perusahaan.
Siapa saja stakeholder perusahaan:
1. Para pengusaha dan mitra usaha
Para pengusaha, selain berfungsi sebagai pesaing, mereka juga berperan sebagai mitra.
Dalam hal ini para pengusaha merupakan relasi usaha yang dapat bekerja sama dalam
menyediakan informasi atau sumber peluang. Loyalitas mitra usaha akan sangat tergantung
pada kepuasan yang diterima dari perusahaan
2. Petani dan perusahaan pemasok bahan baku
Petani dan perusahaan berperan sebagai penyedia bahan baku. Pasokan bahan baku
yang kurang bermutu dan pasokan yang lambat dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Oleh sebab itu, keputusan untuk menentukan kualitas barang dan jasa sangat tergantung
pada pemasok bahan baku. Loyalitas petani penghasil bahan baku sangat tergantung
pada tingkat kepuasan yang diterima dari perusahaan dalam menentukan keputusan
harga jual bahan baku maupun dalam bentuk insentif.
3. Organisasi pekerja yang mewakili pekerja
Organisasi pekerja dapat mempengaruhi keputusan melalui proses tawar-menawar secara
kolektif. Perusahaan yang tidak melibatkan karyawan/organisasi pekerja dalam
mengambil keputusan sering menimbulkan protes-protes yang menggangu jalannya
perusahaan.
4. Pemerintah yang mengatur kelancaran aktivitas usaha
Pemerintah dapat mengatur kelancaran aktivitas usaha melalui serangkaian kebijakaan
yang dibuatnya, karena kebijakan yang dibuat pemerintah akan sangat berpengaruh terhadap
iklim usaha.
5. Bank penyandang dana perusahaan
Bank selain sebagai jantungnya perekonomian dalam skala makro, juga sebagai lembaga
yang dapat menyediakan dana perusahaan.
6. Investor penanam modal
Investor penyandang dana dapat mempengaruhi perusahaan melalui serangkaian persyaratan
yang diajukannya. Persyaratan tersebut akan mengikat dan sangat besar pengaruhnya
dalam mengambilan keputusan. Loyalitas investor sangat tergantung pada
tingkat kepuasan investor atas hasil penanaman modalnya.
7. Masyarakat umum yang dilayani
Masyarakat akan selalu menanggapi dan memberikan informasi tentang bisnis yang kita
jalankan. Dalam hal ini masyarakat juga merupakan konsumen yang akan menentukan
keputusan-keputusan perusahaan dalam menentukan produk barang dan jasa yang dihasilkan
dan juga teknik yang digunakan.
8. Pelanggan yang membeli produk
Barang dan jasa yang akan dihasilkan, teknologi yang digunakan akan sangat dipengaruhi
oleh pelanggan dan mempengaruhi keputusan-keputusan bisnis.
Dengan demikian etika bisnis merupakan landasan penting dan harus diperhatikan, terutama
dalam menciptakan dan melindungi reputasi perusahaan. Oleh sebab itu, etika bisnis
merupakan masalah yang sangat sensitif dan kompleks, karena membangun etika untuk
mempertahankan reputasi lebih sukar daripada menghancurkannya.

C. Prisnisp-prinsip etika dan perilaku bisnis
1. Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus terang, tidak
curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong
2. Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan dengan hormat, tulus hati, berani
dan penug pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat dan saling
percaya.
3. Memelihara janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, jangan
mengintepretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistik dengan dalih ketidakrelaan.
4. Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan dan Negara,
jangan menggunakan atau memperlihatkan informasi yang diperoleh dalam kerahasiaan,
behitu juga dalam konteks professional, jaga/melindungi kemampuan untuk membuat
keputusan professional yang bebas dan teliti, hndari hal yang tidak pantas dan konflik
kepentingan
5. Kewajaran/keadilan, yaituberlaku adil dan berbudi luhur, bersedia untuk mengakui kesalahan,
dan perlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran
terhadap perbedaan, jangan bertindak melampaui batas atau mengambil keuntungan
yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
6. Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolongmenolong,
kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang
lain.
7. Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat manusia, menghormati kebebasan
dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, jangan
merendahkan orang lain, jangan mempermalukan orang lain.
8. Warga Negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu menaati hukum/aturan, penuh kesadaran
sosial, menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
9. Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan
personal maupun pertanggungjawaban professional, tekun, dapat dipercaya/
diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik,
mengembangkan dan mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
10. Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki tanggung jawab, menerima tanggung jawab
atas keputusan dan konsekuensinya, dan selalu memberi contoh.
Cara mempertahankan standar etika
1. Menciptakan kepercayaan perusahaan
Hal ini akan menetapkan nilai-nilai perusahaan yang mendasari tanggung jawab etika
bagi stakeholder
2. Mengembangkan kode etik
Kode etik merupakan suatu catatan tentang standar tingkah laku dan prinsip-prinsip etika
yang diharapkan perusahaan dari karyawan
3. Menjalankan kode etik secara adil dan konsisten
4. Melindungi hak perorangan
5. Mengadakan pelatihan etika
6. Melakukan audit etika secara periodic
7. Mempertahankan standar yang tinggi tentang tingkah laku, jangan hanya aturan
8. Menghindari contoh etika yang tercela setiap saat dan diawali dari atasan
9. Menciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah
Komunikasi dua arah sangat penting untuk menginformasikan barang dan jasa yang dihasilkan
dan untuk menerima aspirasi untuk perbaikan perusahaan
10. Melibatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika
Para karyawan diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik tentang bagaimana
standar etika yang harus dipertahankan



D. Tanggung jawab perusahaan

Etika akan sangat berpengaruh pada tingkah laku individual, dalam hal ini tanggung jawab
sosial mencoba untuk menjembatani komitmen individu dan kelompok dalam suatu lingkungan
sosial.
Tanggung jawab perusahaan, meliputi:
1. Tanggung jawab terhadap lingkungan
Perusahaan harus ramah lingkungan, artinya perusahaan harus memperhatikan, melestarikan
dan menjaga lingkungan.
2. Tanggung jawab terhadap karyawan
Semua aktivitas sumber daya manusia diarahkan pada tanggung jawab kepada karyawan,
dengan cara:
• Mendengarkan dan menghormati pendapat karyawan
• Memberikan umpan balik, baik yang positif maupun negatif
• Menceritakan kepada karyawan tentang kepercayaan
• Membiarkan karyawan mengetahui keadaan perusahaan yang sebenarnya
• Memberikan imbalan kepada karyawan dengan baik
• Memberikan kepercayaan kepada karyawan
3. Tanggung jawab terhadap pelanggan
Tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan, meliputi dua kategori, yaitu:
• Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas
• Memberikan harga produk yang wajar dan adil
Selain itu, perusahaan juga harus melindungi hak-hak pelanggan, yaitu:
• Hak untuk mendapatkan produk yang aman
• Hak untuk mendapatkan informasi tentang segala aspek
• Hak untuk didengar
• Hak untuk memilih apa yang akan dibeli
4. Tanggung jawab terhadap investor
Tanggung jawab berupa menyediakan pengembalian investasi yang menarik dengan
memaksimumkan laba dan melaporkan kinerja keuangan seakurat dan setepat mungkin.
5. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Tanggung jawab berupa menyediakan dan menciptakan kesehatan dan menyediakan
berbagai kontribusi terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan.